Liputan6.com, Jakarta Pemerintah resmi tidak akan menaikkan tarif listrik non subsidi di kuartal pertama tahun 2023. Artinya per 1 Januari-30 Maret 2023 tidak akan ada kenaikan tarif bagi 13 pelanggan nonsubsidi.
Dadan menjelaskan kebijakan diberlakukan untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mempertimbangkan kondisi terkini yang belum mendukung untuk penerapan penyesuaian tarif tenaga listrik (tarif adjusment).
Baca Juga
Berita penegasan mengenai tarif KRL ini menjadi yang banyak dibaca. Selain itu, masih ada sejumlah berita yang tak kalah menarik.
Advertisement
Berikut daftar berita yang paling banyak dibaca di kanal Bisnis, Liputan6.com, Minggu (1/1/2023):
1. Pemerintah Jamin Tarif Listrik Tak Naik di Awal 2023
Pemerintah resmi tidak akan menaikkan tarif listrik non subsidi di kuartal pertama tahun 2023. Artinya per 1 Januari-30 Maret 2023 tidak akan ada kenaikan tarif bagi 13 pelanggan nonsubsidi.
"Pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik triwulan I 2023 (Januari-Maret 2023) untuk pelanggan nonsubsidi mengacu pada tarif triwulan IV 2022 (Oktober-Desember 2022) atau tarif tetap," kata Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) , Dadan Kusdiana dikutip dari esdm.go.id, Sabtu (31/12).
Enam+01:17VIDEO: Wapres Ma'ruf Amin Tutup Perdagangan Bursa 2022 Dadan menjelaskan kebijakan diberlakukan untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mempertimbangkan kondisi terkini yang belum mendukung untuk penerapan penyesuaian tarif tenaga listrik (tarif adjusment).
Merujuk Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero), apabila terjadi perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi (kurs, Indonesian Crude Price/ICP, inflasi, dan Harga Patokan Batubara/HPB) yang dihitung secara tiga bulanan, maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik (tariff adjustment). Sehingga pada triwulan I 2023 menggunakan realisasi Agustus sampai dengan Oktober 2022.
Baca artikel selengkapnya di sini
2. Kopi Subang Berhasil Jajah Pasar Mesir
Program Desa Devisa Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank kembali mencatatkan kesuksesan. Desa Devisa Kopi Subang melalui Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah sukses melepas ekspor komoditas unggulan kopi robusta dengan volume 19,2 ton ke Mesir.
Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI Gerald Grisanto mengatakan, ekspor ini merupakan kali keduanya yang telah dilakukan oleh Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah.
Ia menambahkan, sejak pendampingan dan pelatihan yang telah diberikan LPEI kepada para petani kopi Subang, jumlah pendapatan desa meningkat sebesar 60 persen dari sebelumnya.
Baca artikel selengkapnya di sini
Advertisement
3. Tutup Tahun 2022, Harga Emas Naik Tipis 0,2 Persen
Harga emas naik tipis pada hari Jumat berada di jalur untuk menutup kuartal terbaiknya sejak Juni 2020 di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih lambat oleh Federal Reserve AS setelah dipukul turun dari rekor tertinggi awal tahun ini.
Harga emas batangan hanya turun sekitar 0,5 persen pada tahun 2022 karena kenaikan suku bunga berturut-turut oleh bank sentral AS mendorong emas ke level terendah lebih dari dua tahun pada bulan September, tetapi harga telah mengurangi kerugian sejak itu.
“Data inflasi baru-baru ini yang kami lihat... menunjukkan harga mulai sedikit mendingin. Itu menggembirakan bagi pasar logam dan menjadi bagian dari alasan kami melihat reli, ”kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.
Diktuip dari CNBC, Sabtu (31/12/2022), pada hari perdagangan terakhir tahun 2022, harga emas spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.818,70 per ons. Sementara emas berjangka AS menetap tidak berubah di USD 1.826,2.
Baca artikel selengkapnya di sini